Selain Skrinning, Kini Kanker Bisa Didiagnosis Melalui Tes Darah

Untuk sebagian besar jenis kanker, diagnosis merupakan sebuah proses yang panjang dan menantang. Tes darah terbaru yang ditemukan baru-baru ini diharapkan bisa menawarkan teknik diagnostik yang lebih sederhana dan lebih efektif pastinya.

Tes darah baru ini dikenal dengan sebutan CancerSEEK. Tes ini memiliki potensi untuk mengidentifikasi delapan jenis kanker, hanya dari sampel darah tunggal pasien.

Periset dari Johns Hopkins Kimmel Cancer Center yang berada di Baltimore, Maryland menyebutkan beberapa jenis kanker yang bisa didiagnosis dengan menggunakan tes ini, yang diantaranya adalah kanker ovarium, hati, kerongkongan, pankreas, perut, kolorektal, paru-paru dan kanker payudara.

Di dalam studi terbaru tersebut, para peneliti mengungkapkan bagaimana tes darah ini bisa menunjukkan sensitivitas dan spesifitas yang tinggi untuk mendeteksi kanker, yang dilakukan pada lebih dari 1.000 orang yang diketahui mengidap penyakit kanker.

Para peneliti tersevut baru-baru ini diketahui telah menerbitkan hasil studi mereka di dalam jurnal Science.

Hampir di seluruh dunia, kanker masih tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian manusia. Diperkirakan kalau pada tahun 2030 mendatang, jumlah kematian yang diakibatkan oleh kanker ini akan meningkat dari 8 juta menjadi 13 juta.

Oleh karena itu, diagnosis dini merupakan kunci yang paling tepat untuk mengurangi resiko kematian akibat kanker. Semakin cepat penyakit ini didiagnosis, maka akan semakin tinggi pula kemungkinan keberhasilan pengobatan yang dilakukan.

Tapi sayangnya, banyak kanker yang tidak terdiagnosis sebelum tahap lanjut dan hal ini terutama disebabkan karena kurangnya alat diagnostik yang cepat dan efektif dalam dunia medis.

Namun, periset Johns Hopkins percaya bahwa penemuan terbaru yang bernama CancerSEEK ini bisa memberikan kontribusi yang besar, terutama untuk mendeteksi kanker dengan cara cepat dan mudah pada tahap awal.

Pemeriksaan Kanker Dengan CancerSEEK

Ketika tumor kanker terbentuk, mereka akan melepaskan fragmen kecil mutasi DNA dan protein ke dalam aliran darah. Inilah yang nantinya bertindak sebagai penanda dari keberadaan kanker tersebut.

Tes darah yang baru diciptakan ini akan bekerja dengan cara mengidentifikasi tanda untuk 16 mutasi gen dan delapan protein yang terkait dengan delapan tipe kanker yang berbeda, yang kemudian menggunakan pembelajaran berbasis mesin untuk menganalisis datanya.

Delapan protein tersebut adalah antigen kanker 125, antigen carcinoembryonic, antigen kanker 19-9, prolaktin, faktor pertumbuhan hepatosit, osteopontin, myeloperoxidase dan penghambat jaringan metaloproteinase 1.

“Sesuatu yang baru dari metode klasifikasi yang kami gunakan adalah menggabungkan kemungkinan mengamati berbagai mutasi DNA, bersama dengan tingkat beberapa protein untuk membuat panggilan terakhir,” jelas rekan penulis studi Cristian Tomasetti, Ph.D., yaitu seorang profesor onkologi dan biostatistik di Johns Hopkins University.

Nickolas Papadopoulos, PhD, selaku penulis senior dan profesor onkologi dan patologi mengatakan bahwa penggunaan kombinasi biomarker ini terpilih sebagai alat deteksi dini kanker, yang berpotensi untuk mengubah cara para medis untuk mendeteksi kanker.

Pelaksanaan dan Hasil Pengujian CancerSEEK

Untuk menguji penelitian mereka tersebut, para peneliti menguji CancerSEEK ini pada sekitar 1.005 individu yang telah didiagnosis memiliki satu dari delapan jenis kanker yang tidak bermetastasis atau mereka yang sedang berada pada stadium I sampai stadium III dan belum menjalani operasi.

Usia rata-rata pasien yang didiagnosis tersebut berumur sekitar 64 tahun-an. Adapun pasien yang berada pada stadium I ada sekitar 20%, 49% pasien stadium II dan 31% pasien stadium III.

Mereka menemukan bahwa tes tersebut mampu mengidentifikasi 70 persen keberadaan kanker, dengan sensitivitas mulai dari 33 persen untuk kanker payudara hingga 98 persen untuk kanker ovarium. Untuk kanker stadium I, sensitivitas tertinggi adalah kanker hati (100%) dan yang terendah adalah kanker esofagus (20%).

Sensitivitas berkisar antara 69 persen sampai 98 persen untuk lima jenis kanker yang saat ini tidak memiliki tes skrining rutin, lapor para peneliti. Dalam hal spesifisitas, tes ini menghasilkan keseluruhan hasil lebih dari 99 persen.

Pada pengujian CancerSEEK yang dilakukan pada 812 orang dewasa sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kanker, yang berumur rata-rata sekitar 55 tahun, data yang didapat hanya menghasilkan tujuh hasil positif palsu. Individu ini berfungsi sebagai populasi kontrol.

Penelitian ini tidak diperbolehkan untuk diikuti oleh pasien yang sedang menjalani terapi neoadjuvant atau yang sudah memasuki stadium IV, telah melakukan reseksi atau pada pasien yang sedang diberikan anesthesia.

Dalam proses pengujian tersebut, darah perifer (tepi) kemudian dikumpulkan dari pasien kanker sebelum menjalani operasi reseksi. Tes darah CancerSEEK digunakan untuk mendeteksi adanya mutasi pada posisi genomik pada 2001 posisi genomik dari 16 gen.

Luminex bead berbasis Imunassay (deteksi dan uji zat dengan metode serologis atau imunologi) dilakukan dengan menggunakan panel yang menentukan kadar 39 protein, termasuk delapan biomarker protein.

Hasil tes pasien dikatakan positif jika frekuensi mutasi pada salah satu dari 16 gen atau level salah satu dari delapan protein, atau kombinasi keduanya, meningkat secara signifikan berkenaan dengan populasi kontrol.

Para peneliti kemudian menentukan algoritma yang didapat dengan menggunakan alat pembelajaran mesin dan analisis statistik untuk menentukan sensitivitas dan spesifisitas rata-rata, melalui 10 iterasi dari validasi silang sebanyak 10 kali lipat.

Sensitivitas median CancerSEEK adalah 73% untuk kanker stadium II, 78% untuk kanker stadium III dan yang paling rendah adalah 43% untuk kanker stadium I.

Sebagai rekan penulis studi yaitu Kenneth Kinzler, Ph.D. selaku direktur dari Ludwig Center for Cancer Genetics and Therapeutics di Johns Hopkins mencatat bahwa spesifisitas yang tinggi sangatlah penting dalam hal ini.

Adapun alasannya adalah karena hasil positif palsu bisa menyebabkan pasien melakukan tes dan prosedur invasif tindak lanjut, untuk mengkonfirmasi keberadaan kanker yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Tidak hanya itu saja, para peneliti juga telah menemukan sebuah fakta bahwa tes yang mereka lakukan mampu menentukan lokasi tumor pada 83 persen pasien.

Tes Yang Dilakukan Bisa Mempengaruhi Pasien Secara Substansial

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian yang jauh lebih besar saat ini sangatlah diperlukan untuk menentukan keefektifan penggunaan CancerSEEK sebagai tes skrining rutin untuk penyakit kanker dan studi semacam itu sudah ada di dalam konsep.

Namun, tim periset percaya bahwa hasil yang didapat dari penelitian saat ini bisa memberikan harapan baru.

“Hal ini berpotensi untuk mempengaruhi pasien secra substansial. Pendeteksian dini ini memberikan banyak cara untuk memperbaiki hasil bagi setiap pasien penderita kanker, “kata rekan penulis studi yaitu Dr. Anne Marie Lennon, Ph.D., yang merupakan seorang profesor kedokteran, pembedahan dan radiologi di Johns Hopkins.

Secara optimal, kanker akan terdeteksi sejak dini, sehingga bisa disembuhkan dengan melakukan operasi. Namun meskipun begitu, kanker yang tidak dapat disembuhkan dengan jalan operasi juga akan merespons terapi sistemik dengan lebih baik bila ada penyakit yang mulai masuk pada tahap lanjut,” tambahnya.

Tim berharap CancerSEEK suatu hari bisa menjadi salah satu strategi sederhana, non-invasif dan cepat untuk mendiagnosis kanker pada tahap awal.

Para periset juga memperkirakan bahwa biaya tes tunggal ini hanya akan kurang dari $ 500. Ini barulah sebuah perkiraan  yang kemungkinan besar akan dikenakan, jika tes tersebut benar-benar sudah bisa diimplementasikan sebagai tes skrining.

Tes darah ini juga akan jauh lebih murah dan lebih mudah dari tes skrining yang ada saat ini, seperti misalnya kolonoskopi dan mamografi.

Nah, itulah tadi sedikit informasi yang harus anda ketahui mengenai penelitian terbaru untuk mendeteksi keberadaan 8 jenis kanker, yang ternyata bisa dilakukan hanya dari tes darah saja.

Tes ini diharapkan nantinya bisa menjadi jalan keluar atau solusi yang paling tepat dalam dunia medis, khususnya untuk pengobatan jenis kanker, baik itu kanker yang masih pada tahap stadium awal bahkan akhir.

Penelitian baru ini juga diharapkan bisa membantu untuk mengurangi angka kematian yang diakibatkan oleh kanker untuk jangka waktu yang panjang.

Selesai sudah informasi ini kami sampaikan, semoga apa yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat untuk kehidupan anda.

 

Mengenal Black Death, Wabah Penyakit Terbesar Yang Menginfeksi Ribuan Orang di Afrika

Penyebaran penyakit di dunia memang tak ada habis-habisnya. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa salah satu pandemik (penyakit yang menyebar di wilayah yang luas) terburuk dalam sejarah manusia, yaitu Black Death merupakan wabah  yang terjadi pada abad ke-14 sampai ke-19, yang disebarkan oleh kutu manusia dan kutu tubuh.

Disebutkan juga bahwasannya tikus yang berkutu juga dapat menularkan bakteri dan merupakan salah satu faktor di balik wabah tersebut. Bisa dikatakan kalau hewan ini merupakan penyebab utama penyakit pandemik kedua di Eropa dengan rangkaian wabah ysng terjadi berturut-turut.

Wabah ini disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis dan biasanya menyebar melalui gigitan kutu yang terinfeksi, sering dibawa oleh tikus, menyebabkan wabah pes. Gejala yang ditimbulkannya meliputi kelenjar getah bening yang membengkak dan terasa sakit, yang disebut dengan bubos, yang disertai dengan demam, menggigil dan batuk.

Plague atau Sampar atau juga dikenal dengan sebutan pes dan black death inilah yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Yersinia pestis yang disebutkan di atas tadi. Bakteri ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Apa sih yang dimaksud dengan black death ini sebenarnya? Anda pasti penasarankan dengan penyakit yang katanya pernah merenggut ribuan jiwa beberapa tahun yang lalu ini?

Apa Sih Black Death Itu Sebenarnya?

Black death adalah salah satu pandemik paling mematikan yang pernah ada di dalam sejarah manusia, yang membawa seluruh peradaban berlutut selama wabah global terakhirnya menyerang.

Tahun lalu, dikonfirmasi bahwa wabah tersebut telah menyerang Amerika dan wabah yang sedang berlangsung di Madagaskar juga diketahui telah menginfeksi ribuan orang.

Penyakit berbahaya dan mematikan ini biasanya menyebar melalui gigitan kutu yang terinfeksi, terutama kutu yang sering dibawa atau terdapat pada tikus. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi dan sangat menular, sekalipun diobati dengan antibiotik sejak awal.

Ada tiga bentuk wabah infeksi sampar (plague), diantaranya: wabah pneumonia, septicaemic dan pes, yang merupakan bentuk yang paling umum menyerang masyarakat.

Kalau pes merupakan jenis black death yang paling umum, maka wabah pneumonia adalah bentuk yang paling menular di antara ketiganya. Jenis yang satu ini umumnya berkembang setelah terjadinya infeksi.

Infeksi pneumonia tersebut bisa menyebar melalui udara, sementara untuk wabah septicaemic, terjadi saat infeksi menyebar melalui aliran darah.

Awal Munculnya Black Death

Penyebaran wabah hitam, yaitu infeksi wabah pes mencapai puncaknya di Eropa antara tahun 1346 dan 1353. Disebut-sebut sebagai salah satu pandemi yang paling bersifat menghancurkan dalam sejarah manusia, karena jenis penyakit ini telah menyebabkan sekitar 75 – 200 juta orang tewas di Eurasia.

Tingkat kematian tersebut mewakili 30-60 persen populasi Eropa saat ini. Setelah wabah penyakit ini, masyarakat kemudian mengalami serangkaian perubahan yang signifikan, termasuk meningkatnya fanatisme agama.

Karena kekurangan pengetahuan medis untuk memahami pandemi tersebut, beberapa kelompok menyalahkan orang Yahudi dan penderita kusta karena wabah, yang mengakibatkan pembunuhan massal di seluruh Eropa tersebut.

Diperlukan waktu sekitar 300 tahun bagi populasi global untuk kembali ke tingkat masa pra-wabah setelah terjangkit wabah.

Gejala Yang Ditimbulkan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan gejala pes ini “mirip seperti flu“, dengan satu sampai tujuh hari antara masa inkubasi sampai gejala tersebut muncul.

Penderita cenderung merasakan sakit pada kelenjar getah beningnya yang bengkak, menggigil, demam, sakit kepala, lemas dan merasa kelelahan.

Pada penderita bubonic, kelenjar getah bening yang meradang ini akhirnya bisa berubah menjadi luka yang terbuka dan bernanah. Wabah pes berakibat fatal sekitar 30-60 persen kasus, sementara untuk jenis pneumonia hampir semuanya selalu fatal, jika tidak diobati.

Pneumonia Plague adalah jenis yang lebih ganas atau bersifat merusak dan merupakan bentuk lanjutan yang ditandai dengan infeksi paru-paru yang parah.

Cara Penyebaran Wabah

Tiga jenis wabah yang berbeda-beda ini semuanya mengacu pada berbagai cara penyebaran penyakit tersebut.

Pada infeksi bubonic, bakteri penyebab wabah dapat ditularkan oleh bakteri yang disebarkan oleh hewan yang berkutu, yang terinfeksi yang kemudian menyebarkan penyakit ini ke orang-orang melalui gigitan.

Orang yang sudah terinfeksi kemudian bisa mengembangkan penyakit tersebut menjadi lebih parah atau mengalami wabah pneumonia setelah infeksi yang mereka alami semakin menjadi-jadi.

Wabah pneumonia yang berbasis paru-paru ini terkadang dapat ditularkan melalui udara antar penderitanya. Biasanya gejala yang terlihat adalah penderita akan mengalami batuk-batuk dan bersin.

Selain infeksi pneumonic dan bubonic, masyarakat yang tertular juga berpotensi mengembangkan wabah septicaemic, yang terjadi saat infeksi menyebar melalui aliran darah.

Black Death di Madagaskar

Beberapa waktu yang lalu, pejabat kesehatan memperingatkan bahwa “tidak ada satu orang pun yang aman” dari wabah Black Death yang mematikan di pulau liburan Madagaskar, yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang.

Mereka bahkan mengatakan kalau penyakit tersebut saat ini menjadi jauh lebih menular, karena karena penularannya terjadi dari orang yang satu ke orang lainnya melalui udara dan juga dari hewan ke manusia melalui gigitan kutu yang yang telah terinfeksi oleh virus.

Jumlah korban tewas akibat penyakit ini meningkat lebih dari 150. Pemerintah Inggris langsung memperingatkan para wisatawan Inggris untuk menjauh dari daerah yang dilanda oleh wabah tersebut dan memberitahu negara-negara tetangga untuk bertindak waspada.

Untuk kasus penyebaran wabah penyakit yang bernama Black Death ini, Madagaskar sudah tidak akan terkejut lagi. Hampir setiap tahunnya wabah mematikan ini terjadi di sana.

Tapi menurut para ahli yang mengamati kasus ini, jika dibandingkan dengan tahun-tahun yang sebelumnya, tahun 2017 kemarin adalah tahun yang dianggap paling berbahaya penyebarannya.

Penyakit ini bersifat endemik (ditemukan di satu tempat saja), yaitu di daerah pedesaan yang berada di pulau Afrika. Namun peningkatan untuk penyakit jenis pneumonia telah memicu perhatian khusus.

Pada tanggal 3 Januari 2018 kemarin, pihak berwenang memastikan bahwa wabah yang terjadi di Madagaskar telah berakhir, dengan kasus terakhir yang dikonfirmasi pada bulan 3 November yang lalu. Wabah di Madagaskar yang terjadi tahun lalu diketahui telah menginfeksi lebih dari 1.800 orang.

Wabah Besar di London

Wabah Black Death pernah melanda kota London pada tahun 1665 dan berlangsung sampai dengan tahun 1666. Penyebaran penyakit ini merupakan wabah besar terakhir yang melanda Inggris.

Di seluruh Eropa, penyakit mengerikan iini mewabah kota-kota besar secara berkala kemudian menyebar ke banyak benua selama berabad-abad.

Tapi wabah yang terjadi di tahun 1665 tersebut memiliki proporsi yang jauh lebih besar daripada yang telah terlihat selama beberapa waktu sebelumnya.

Tidak diketahui darimana awal mula munculnya wabah yang melanda London ini, tapi diperkirakan kemungkinan besar penyebarannya terjadi di kapal Belanda.

Sementara untuk kasus kematiannya sebenarnya sudah dimulai pada akhir tahun 1664. Akan tetapi, penyakit ini baru mulai melakukan penyerangan besar-besaran pada awal tahun 1665 dan semakin merajalela pada musim panas, sehingga menyebabkan Raja pada masa itu melarikan diri dari kota tersebut pada bulan Juli.

Hingga pada saat berada di puncaknya, penyakit ini mengklaim telah menyerang sebanyak 7.000 nyawa hanya daam waktu seminggu saja (menurut pengukuran konservatif).

Wabah itu tidak sepenuhnya berakhir sampai bulan September tahun 1666, dimana secara kebetulan kota itu juga dilanda oleh tragedi lainnya, yang dikenal dengan The Great Fire.

Penelitian Terhadap Wabah Pes

Untuk lebih memahami wabah yang bersejarah tersebut, para ilmuwan dari Universitas Oslo mencoba untuk melakukan penelitian dengan memodelkan tiga rute penyebaran penyakit tersebut, yaitu dari tikus, udara dan kutu manusia.

Para peneliti juga menggunakan data kematian untuk sembilan wabah yang terjadi pada periode pandemik kedua. Analisis mereka menemukan bahwa ektoparasit manusia, seperti kutu, berpotensi besar menyebabkan kematian.

Hasil model menunjukkan bahwa penyebaran wabah disebabkan oleh kutu manusia dan kutu tubuh, demikian menurut penelitian yang diterbitkan.

Hasil yang kami dapat mendukung pedapat bahwa ektoparasit manusia adalah vektor utama untuk wabah tersebut, selama Pandemik Kedua, termasuk Kematian Hitam (black death),” kata peneliti tersebut

Studi ini menggunakan pemodelan matematika untuk mencoba dan menentukan bagaimana sebenarnya wabah ini menyebar di Eropa, yang dikenal sebagai ‘Kematian Hitam’,” kata Raina MacIntyre, selaku profesor Epidemiologi Penyakit Infeksi di Universitas New South Wales di Australia, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Sebagian besar wabah yang terjadi secara alami adalah bubonic (mempengaruhi kelenjar getah bening, bukan paru-paru). Studi seperti ini dapat membantu lebih memahami transmisi cepat wabah, yang kemudian menunjukkan tindakan pengendalian yang paling sesuai,” katanya lagi.

Itulah tadi informasi mengenai penyakit mematikan yang bernama black death. Semoga saja apa yang di sampaikan di dalam artikel ini bisa membuka mata anda dan mulai menyadari kalau di ekeliling anda ada banyak sekali jenis penyakit menular yang cara penyebarannya mungkin tidak anda ketahui.

Untuk itu, berhati-hatilah dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan anda. Black death adalah penyakit yang penularannya dilakukan oleh hewan pengerat yang bernama tikus, yang terinfeksi kutu.

Dan seperti yang anda ketahui, tikus merupakan hewan yang identik dengan lingkungan yang kotor. Untuk itu, jika ingin tetap sehat dan terhindar dari penyakit ini, maka kebersihan adalah kuncinya.

Bronkitis: Gejala, Penyebab Serta Cara Mengobatinya

Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut. Kondisi ini termasuk sebagai salah satu penyakit pernapasan.

Bronkitis memiliki dua cabang dan mereka membawa udara ke bronchioles dimana ada kantung yang disebut alveoli. Dalam kantung ini, pertukaran oksigen dan karbon dioksida ini terjadi. Jadi saat bronkus itu terinfeksi dan meradang, kemungkinan ini juga akan menyebabkan kondisi yang disebut bronkitis. Bronkus ini juga memiliki dinding yang menghasilkan lendir yang ada pada debu, mikroorganisme dan partikel lainnya yang mungkin mengiritasi.

Biasanya bronkitis ini juga sering mengalami batuk yang berlendir yang menebal, yang mungkin bisa berubah warna, tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Biasanya, bronkus ini menjadi jengkel, meradang dan terinfeksi saat flu atau terjadi infeksi pernafasan. Jadi apabila ada orang yang sedang mengalami bronkitis mungkin memiliki kemampuan untuk mengurangi udara yang sudah kita hirup agar tidak  menyebabkan perubahan masuknya oksigen ke paru-paru.

Jenis bronkitis yang paling umum adalah bronkitis akut atau kronis. Dilihat dari gejala tersebut kondisi ini bisa berlangsung kurang dari tiga minggu. Bagi orang sehat, gejalanya bisa membaik selama beberapa hari. Namun, populasi rentan seperti orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah seperti orang dengan infeksi virus kekebalan tubuh manusia (human immunodeficiency virus / HIV), acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), atau mereka yang berusia lebih tua, bayi atau hamil, mungkin menderita komplikasi parah jika bronkitis tidak diobati. atau segera ditangani.

Gejala

Bronkitis sendiri memiliki gejala yang sangat bisa kita rasakan. Dan beberapa gejalanya yakni sebagai berikut.

  • Batuk
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernafas atau sesak nafas
  • Panas dingin
  • Demam
  • Sakit dada
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung meler
  • Badan terasa sakit dan nyeri

Bagi penderita bronkitis akut, batuk bisa berlangsung beberapa minggu setelah gejala lain hilang. Di sisi lain, pasien bronkitis kronis mungkin mengalami kesulitan bernafas atau mengi karena tersumbat saluran napas. Bronkitis kronis bisa berlangsung paling tidak selama tiga bulan, dengan serangan berulang setidaknya dua tahun berturut-turut.

 

Penyebab

Bronkitis bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Namun, bronkitis virus lebih sering terjadi. Virus yang menyebabkan bronkitis adalah sama sepetrti yang menyebabkan flu dan flu atau influenza. Karena pelakunya adalah virus, minum antibiotik mungkin tidak membantu mengendalikan penyakit.

Virus ini bisa menyebar melalui tetesan kecil yang keluar dari mulut dan hidung saat seseorang bersin dan batuk. Tetesan ini bisa menyebar sebanyak 1 meter dan bisa ditangguhkan di udara untuk beberapa lama, kemudian mendarat di permukaan di mana mereka bisa berkembang selama 24 jam.

Bronkitis kronis, di sisi lain, disebabkan oleh iritasi berulang dan kerusakan paru-paru dan saluran udara. Penyebab bronkitis kronis yang paling umum adalah merokok. Penyebab lainnya termasuk paparan polusi udara, asap, dan debu di lingkungan.

Faktor risiko

Beberapa orang mungkin menjadi lebih rentan terhadap pengembangan bronkitis. Ada banyak faktor yang membuat Anda lebih berisiko terkena bronkitis kronis, antara lain:

  • Merokok
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Terkena iritan, seperti polusi, asap atau debu

Komplikasi

Komplikasi bronkitis yang paling sering terjadi adalah pneumonia. Satu dari dua puluh kasus bronkitis berlanjut ke pneumonia. Pneumonia terjadi bila infeksi bronkitis menyebar ke paru, terutama pada pasien lanjut usia, memiliki kebiasaan merokok, dan terdapat penyakit lain, seperti sakit ginjal, jantung atau hati, dan seseorang dengan sistem imun yang lemah.

Selain pneumonia, komplikasi bronkitis meliputi:

  • Bronkitis kronik, yang berasal dari bronkitis akut yang tidak ditangani.
  • Pleuritis dan efusi pleura, yang dapat terjadi bersamaan dengan timbulnya pneumonia.
  • Pada orang yang sehat jarang terjadi komplikasi, tetapi pada anak dengan gizi kurang atau orang dengan penurunan kekebalan tubuh dapat terjadi otitis media atau sinusitis.
  • Pleuritis, yang dapat terjadi bersamaan dengan timbulnya pneumonia.
  • Mudah terserang infeksi. Pada komplikasi bronkitis kronik, sistem pernapasan mengalami penurunan fungsi sehingga pasien rentan mengalami infeksi.
  • Bila dahak tetap tinggal, dapat terjadi atelektasis atau bronkiektasis.
  • Gagal napas, komplikasi bronkitis terakhir yang paling berat dan luas sehingga diperlukan pengobatan bronkitis yang lebih mendalam.

Diagnosa

Awalnya, dokter akan melakukan wawancara sejarah medis lengkap dan penilaian fisik. Dia juga akan menanyakan tentang gejala, terutama durasi dan karakteristik batuk. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara paru-paru yang tidak normal.

Tes diagnostik lainnya meliputi:

  • X-ray dada – Dokter mungkin meminta sinar-X dada yang dapat menentukan apakah pasien menderita pneumonia atau kondisi medis lain yang dapat menyebabkan batuk. Ini sangat penting jika pasien adalah perokok.
  • Tes fungsi pulmonal – Dokter mungkin juga meminta tes fungsi paru. Selama tes ini, pasien akan meniup ke spirometer, alat yang mengukur berapa banyak udara yang dapat ditahan paru-paru dan seberapa cepat udara dilepaskan dari paru-paru. Tes ini akan menentukan apakah pasien memiliki kondisi lain seperti emfisema dan asma.
  • Tes dahak – Dokter mungkin juga meminta tes dahak untuk dilakukan. Tes ini akan memeriksa dahak pasien batuk dari paru-paru. Tes ini dapat menentukan jenis patogen yang ada yang bisa dibantu oleh antibiotik. Ini juga bisa mendeteksi alergi dan tuberkulosis paru.

Pencegahan

Tindakan yang dapat membantu menurunkan risiko bronchitis dan melindungi paru-paru anda secara umum adalah:

  • Hindari merokok atau terkena asap rokok
  • Hindari mereka yang sedang sakit pilek atau flu
  • Cuci tangan anda secara teratur
  • Gunakan masker untuk mengurangi risiko infeksi

Pengobatan

Pengobatan adalah dengan meminum banyak cairan dan istirahat yang cukup. Namun, dokter mungkin meresepkan beberapa obat untuk memberikan kelegaan bagi gejala pasien.

Obat-obatan

Untuk batuk dan sulit bernafas, dokter mungkin meresepkan obat berikut ini:

  • Obat batuk – Dalam beberapa kasus, obat batuk diresepkan untuk meredakan batuk. Namun, beberapa dokter lebih suka tidak memberikan obat ini karena batuk merupakan cara penting untuk mengangkat lendir dan mengeluarkan iritasi lainnya di saluran udara dan paru-paru.
  • Mucolytics – Obat-obatan ini digunakan untuk melonggarkan lendir di saluran udara, sehingga lebih mudah mengeluarkan atau batuk dahak.
  • Bronkodilator – Obat-obatan ini digunakan untuk melebarkan atau membuka saluran udara dan membuatnya mudah bernafas.

Untuk mengurangi peradangan di saluran napas, dokter akan meresepkan:

  • Obat anti-inflamasi dan kortikosteroid – Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi peradangan di saluran udara dan mengurangi peradangan kronis yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Langkah lain yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati bronkitis antara lain:

  • Mengonsumsi makanan sehat, termasuk buah dan sayuran
  • Olahraga secara teratur
  • Hindari merokok
  • Beristirahatlah yang banyak
  • Minum banyak cairan
  • Lakukan latihan pernapasan

Demikian penjelasan mengenai bronkitis, jadi apabila ada diantara kalian yang mengalami hal seperti ini ada baiknya apa yang sudah kami terapkan diatas, dapat kalian ambil intinya. Semoga ini dapat bermanfaat buat semuanya.

Bukan Batuk Biasa, Penyakit TBC Ini Bisa Menyebabkan Kematian

Terkadang kita tidak mengetahui kapan penyakit akan menghampiri kita. Beberapa penyakit bisa terjadi karena akibat penularan. Seperti halnya dengan penyakit tuberkolosis yang akan kita bahas yang satu ini. Nah, seperti apa penyakit tuberkolosis ini? Berikut ini adalah penjelasannya.

Apa Itu Yang Dimaksud Dengan Tuberkulosis?

Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah sebuah penyakit menular dari paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini akan ditularkan dari seseorang yang memang menderita TB aktif yang batuk dan kemudian mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

TB ini juga termasuk dalam 10 besar dalam penyakit yang dapat menyebabkan kematian di dunia. Data WHO juga menunjukkan bahwa pada tahun 2015 ini, Indonesia sudah termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

Beberapa Jenis Dari Penyakit Tuberkulosis

Untuk menambah pengetahuan kalian, sebenarnya ada beberapa jenis dari penyakit tuberkulosis ini. Berikut ini adalah jenis dari tuberkulosis.

  • Penyakit Tibi kelenjar

Penyakit Tibi kelenjar atau Lymphadenitis adalah Penyakit Tibi pada kelenjar lymfadenitis atau kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening ini berada di sekitar leher, mulut dan sekitar mata. Biasanya Penyakit Tibi akan menyerang tempat terdekat dengan paru – paru yaitu kelenjar getah bening yang ada di leher. Gejalanya adalah timbulnya benjolan di leher dan inilah yang akan menyebabkan implikasi sinus pengeringan.

  • Penyakit Tibi Tulang

Tulang belakang yang merupakan tempat terdekat penyerangan kuman Macrobacterium Tuberculosis. Gejala dari Penyakit Tibi Tulang adalah rasa pegal – pegal pada sendi dan tulang, daerah sekitar tulang berwarna lebam dapat menyebabkan kelumpuhan jika ini terus berlanjut.

  • Penyakit Tibi Paru

Ini merupakan awal tempat Penyakit Tibi berkembang dan tertular. Gejalanya adalah batuk berdahak lebih dari tiga minggu, berkeringat pada malam hari tanpa aktifitas fisik, nafsu makan turun, sesak dan nyeri yang disertai batuk berdahak.

  • Penyakit Tibi Meningitis

Penyakit Tibi Meningitis ini adalah infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis pada otak dan sunsum tulang belakang. Gejala yang dapat rasakan adalah leher yang sering terasa kaku, sakit kepala, muntah, kejang bahkan sampai bisa menyebabkan koma. Penyakit Tibi Meningitis juga dapat melakukan perubahan mental pada perilaku penderita sehingga penderita dapat menjadi lebih mudah marah dan gelisah.

  • Penyakit Tibi Gastrointestinal

Ini adalah penyakit Tibi yang dapart menyerang saluran pencernaan. Semua system pencernaan tubuh akan diserang, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, sampai anus. Gejala dari Penyakit Tibi Gastrointestinal adalah nyeri perut, demam, mual, muntah, turunnya berat badan sampai berubahnya jam efektif buang air besar.

  • Penyakit Tibi Custaneous

Penyakit Tibi Custaneous ini adalah serangan kuman Mycobacterium Tuberculosis pada selaput lendir kulit. Ada 3 jenis Penyakit Tibi kulit, yaitu Vulgaris Lupus, TBC Verrucosa Cutis dan TBC Milary.

Gejala dari penyakit tibi Custaneous adalah timbulnya sejenis ruam atau kutil yang tumbuh di wajah untuk Vulgaris Lupus, bagian tubuh sampai bernanah untuk TBC Verrucosa Cutis dan kutil yang muncul pada daerah dada, perut sampai punggung untuk TBC Milary.

  • Penyakit Tibi Osteo

artikular ini merupakan jenis Penyakit Tibi yang akan menyerang persendian dengan gejala yang mirip Arthritis disertai nyeri dan kaku pada sendi.

  • Penyakit Tibi Urogenital

Penyakit ini akan menyerang pada saluran kemih dan system reproduksi yang disebabkan oleh kuman Microbacterium Tuberculosis yang awalnya dari paru – paru lalu kemudian masuk kedalam saluran darah sampai ke saluran kemih dan system reproduksi. Gejalanya adalah adanya darah pada urin, nyeri dan tidak nyaman ketika buang air kecil dan nyeri pada kandung kemih dan juga ginjal.

Kuman Mycobacterium Tuberculosis ini dapat menyerang siapapun. Hendaknya selalu waspada dan menjaga ketahanan tubuh dengan pola hidup sehat agar kuman Mycobacterium Tuberculosis ini dapat dibasmi oleh ketahanan tubuh.

  • Penyebab Dari Tuberkulosia

Penyebab plek pada paru ini adalah kuman Mycobacterium tuberculosis, yang akan berbentuk batang (basil) tahan asam. Bakteri ini bisaterbilang “bandel” karena tak sekedar bersarang di paru-paru, namun juga di organ-organ lain selain paru-paru, mulai dari selaput otak hingga tulang.

Tanda Dan Juga Gejala Dari Tuberkulosis

Perlu ditekankan bahwa tanda dan gejala TBC anak dan dewasa itu sebenarnya sangat berbeda.

Jika pada anak, kalian tidak perlu khawatir , namun apabila dirumah ada seseorang yang terpapar orang yang TBC dan anak tersebut mengalami gangguan pertumbuhan, penurunan nafsu makan, demam selama 2 minggu, maka sebaiknya dilakukan uji tes mantoux di Puskesmas terdekat.

Sedangkan pada orang dewasa, gambaran klinis klasik terkait dengan TB paru aktif adalah sebagai berikut:

-Batuk
-Berat badan/ anoreksia
-Demam
-Keringat dingin
-Hemoptisis/ batuk darah
-Nyeri dada (juga dapat hasil dari perikarditis akut tuberkulosis)
-Kelelahan

Selain di paru-paru, TB bisa “jalan-jalan” ke organ lain seperti selaput otak, biasa ini disebut dengan meningitis TB, ke tulang yang disebut dengan Penyakit Pott, ke organ saluran kemih, ke sendi dan sebagainya. Hal ini bergantung pada daya tahan dan kecepatan penegakan diagnosis antar pasien.

  • Gejala meningitis TB mungkin termasuk yang berikut:

-Sakit kepala intermiten atau terus-menerus selama 2-3 minggu
-Perubahan status mental ringan yang dapat berlanjut ke koma selama periode hari sampai hitungan minggu
-Demam yang tidak terlalu tinggi

  • Gejala TB tulang, yang disebut dengan penyakit Pott:

-Nyeri punggung atau kekakuan punggung
-Kelumpuhan anggota gerak bawah bawah, sebanyak setengah dari pasien dengan penyakit Pott tidak terdiagnosis
-Arthritis tuberkulosis, biasanya hanya melibatkan 1 sendi (paling sering pinggul atau lutut, diikuti oleh pergelangan kaki, siku, pergelangan tangan dan bahu)

  • Gejala TB genitourinari mungkin termasuk yang berikut:

-Nyeri pinggang
-Disuria
-Sering buang air kecil
-Pada pria, massa skrotum menyakitkan, prostatitis, orchitis, epididimitis atau
-Pada wanita, gejala seperti penyakit radang panggul

Gejala TB gastrointestinal yang merujuk ke situs yang terinfeksi dan mungkin termasuk adalah sebagai berikut:

-Nonhealing bisul pada mulut atau anus
-Kesulitan menelan (dengan penyakit esofagus)
-Nyeri perut meniru penyakit ulkus peptikum (dengan infeksi lambung atau duodenum)
-Malabsorpsi (dengan infeksi usus halus)
-Nyeri, diare, atau hematochezia (dengan infeksi usus besar)

Jika memang ditemukan gejala-gejala tersebut, maka segera periksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan memeriksa melalui serangkaian anamnesis (wawancara) maupun pemeriksaan fisik. Temuan pemeriksaan fisik yang terkait dengan TB tergantung pada organ yang terlibat. Pasien dengan TB paru mungkin memiliki gejala sebagai berikut:

-Napas terdengar tidak normal, terutama pada lobus atas atau daerah yang terlibat lebam ini dapat mengindikasikan sebagai konsolidasi paru

Tanda-tanda TB paru berbeda sesuai dengan jaringan yang terlibat dan mungkin termasuk yang berikut:

-Penurunan kesadaran hingga koma
-Defisit neurologis
-Chorioretinitis (radang pada retina mata)
-Limfadenopati
-Lesi kulit

Bagaimana Melakukan Pengobatan Tuberkulosis

Mungkin memang akan sulit melakukan pengobatan pada sakit TBC ini, tapi apa salahnya jika kalian mencoba berbagai jenis pengobatan ini,

  • Jenis Pengobatan Tuberkulosis (TBC) Obat TBC Paru (TB Paru)

Jika seseorang telah didiagnosis dengan TB paru aktif (TB yang mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan gejala), maka ia akan diberikan paket obat TBC (OAT) yang harus diminum selama enam bulan, obat ini merupakan kombinasi dari beberapa antibiotik.

Jenis obat yang biasa digunakan adalah: Dua antibiotik; isoniazid (INH/H) dan rifampicin (R) yang harus diminum selama 6 bulan, setiap hari selama dua bulan pertama dan tiga kali seminggu selama empat bulan. Dua antibiotik tambahan; pirazinamid (Z) dan etambutol (E) diminum setiap hari selama dua bulan pertama

Pengobatan ini akan bervariasi sesuai kondisi Anda, karena ada pedoman khusus bagi dokter yang mengelompokkan penyakit TBC ke dalam beberapa kategori sebagai pedoman pengobatan yang tepat. Setelah minum obat selama dua minggu, kebanyakan penderita tidak lagi menular dan merasa lebih baik. Namun, jangan mentang-mentang membaik langsung berhenti, tapi harus terus minum obat persis seperti yang dianjurkan oleh dokter dan habiskan seluruh antibiotik yang diberikan

Kenapa harus enam bulan? Karena berdasarkan penelitian minum obat TBC selama enam bulan adalah metode yang paling efektif untuk memastikan bahwa bakteri TBC telah dibunuh seluruhnya. Jika Anda berhenti minum antibiotik sebelum enam bulan atau Anda melewatkan dosis (obat tidak diminum teratur, alias bolong-bolong), maka infeksi TBC dapat menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik yang sebelumnya diberikan.

Hal ini akan berpotensi serius karena jika ini terjadi, maka penyakit TBC resisten akan sulit diobati sehingga akan memerlukan pengobatan yang lebih lama atau bahkan jenis obat yang berbeda.

Jika Anda merasa kesulitan untuk minum obat setiap hari karena lupa atau lainnya, tunjuklah salah satu anggota keluarga yang terdekat dengan Anda agar menjadi pengawas minum obat (PMO) guna memastikan bahwa Anda sudah minum obat hari ini. Selain obat-obatan khusus seperti di atas, diperlukan juga obat untuk mengurangi gejala, seperti obat batuk atau obat demam.

  • Obat TBC Ekstra Paru

TB Ekstra Paru adalah penyakit TBC yang terjadi di luar paru-paru, contohnya TBC Kelenjar, tulang, usus dan lain-lain. Kondisi ini dapat diobati dengan menggunakan kombinasi antibiotik yang sama dengan yang digunakan untuk mengobati TB paru. Namun, mungkin memerlukan waktu pengobatan yang lebih lama yakni hingga 12 bulan.

Jika seseorang memiliki penyakit TBC di tempat vital seperti otak, maka mungkin juga akan diresepkan kortikosteroid seperti prednisolon selama beberapa minggu sebagai obat tambahan. Obat ini akan mengurangi peradangan atau pembengkakan pada lokasi yang sakit. Seperti halnya pada TB paru, pada TB ektra paru prinsip pengobatan tetaplah sama, yakni harus minum obat TBC persis seperti yang telah ditentukan oleh dokter dan menghabiskan seluruh antibiotik.

  • Obat TBC laten

TBC laten adalah ketika seseorang terinfeksi bakteri TBC tetapi tidak memiliki gejala penyakit aktif. Pengobatan ini umumnya melibatkan baik menggunakan kombinasi rifampisin (R) dan isoniazid (H) selama tiga bulan atau isoniazid (H) tunggal selama enam bulan.

-Pengobatan untuk TB laten biasanya dianjurkan untuk:

-Berusia dibawah 36 tahun

-Orang dengan HIV, tanpa memandang usia

-Petugas kesehatan, tanpa memandang usia

Pada seseorang yang terbukti memiliki jaringan parut yang disebabkan oleh TBC, seperti yang terlihat pada hasil pemeriksaan rongsen dada.

Selain kelomompok di atas, pengobatan TBC laten tidak diperlukan, karena bukannya tanpa resiko, ada efek samping berupa kerusakan hati yang disebabkan oleh pengobatan antibiotik yang tidak bisa ditolerir oleh usia yang lebih tua dan risiko pengobatan mungkin lebih besar daripada manfaat.

Dalam beberapa kasus, pengobatan TBC laten dapat direkomendasikan untuk orang-orang yang sedang menjalani pengobatan yang memiliki efek melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid jangka panjang, kemoterapi atau inhibitor TNF. Hal ini karena ada risiko infeksi menjadi aktif.

Yah, itulah pembahasan kita mengenai penyakit Tuberkulosis ini. Jika kalian mengalami gejala seperti yang terjadi diatas maka sebaiknya langsung periksakan ke dokter. Ok guys.

Penjelasan Mengenai Batu Ginjal

Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana urin Anda terbentuk? Urin terdiri dari produk limbah yang dibuang tubuh. Batu ginjal (lithiasis ginjal, nefrolitiasis) adalah endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal.

Batu ginjal memiliki banyak penyebab dan dapat mempengaruhi bagian saluran urin dari ginjal ke kandung kemih Anda. Seringkali, batu terbentuk saat urin menjadi terkonsentrasi, memungkinkan mineral mengkristal dan tetap bersatu.

Melewati batu ginjal bisa sangat menyakitkan, tapi batu biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen jika dikenali secara tepat waktu. Bergantung pada situasi Anda, Anda mungkin memerlukan lebih dari sekadar minum obat penghilang rasa sakit dan banyak minum air untuk melewati batu ginjal. Dalam kasus lain misalnya, jika batu tersangkut di saluran kemih, dikaitkan dengan infeksi saluran kemih atau menyebabkan komplikasi – operasi mungkin diperlukan.

Ada lima peran utama ginjal dalam tubuh. Ginjal membantu ekskresi limbah. Mereka menyaring racun, kelebihan garam dan urea, toksin atau limbah berbasis nitrogen yang dihasilkan oleh metabolisme sel.

Peran penting lainnya dari ginjal adalah menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ginjal menyesuaikan dengan kadar air dalam tubuh. Jika asupan air orang berkurang, ginjal akan menyesuaikan dan meninggalkan air dalam tubuh. Di sisi lain, jika orang tersebut minum cukup air, ginjal mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh. Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah, sel darah merah di tubuh dan asam.

Namun, ada penyakit yang bisa mempengaruhi ginjal. Salah satu kondisi yang paling umum adalah pembentukan batu ginjal. Ini disebut juga lithiasis ginjal atau nefrolitiasis, yang merupakan endapan keras yang mengandung mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal dapat berkembang pada satu ginjal atau ke ginjal lainnya dan mereka sering menyerang orang berusia antara 30 dan 60 tahun. Ini adalah kondisi kesehatan yang umum, yang mempengaruhi tiga dari 20 pria dan dua dari 20 wanita.

Gejala

 

Batu ginjal diketahui menyebabkan rasa sakit yang parah terutama jika mereka telah berpindah-pindah di dalam ginjal atau telah melewati ureter. Nyeri hebat ini disebut kolik ginjal.
Berikut adalah tanda dan gejala batu ginjal yang paling umum.

  • Nyeri parah punggung, di bawah tulang rusuk
  • Nyeri yang menyebar ke perut bagian bawah dan pangkal paha
  • Sakit saat buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Demam dan kedinginan

Penyebab

Secara alami, ginjal membersihkan darah tiap hari dengan menyaring zat-zat limbah yang terdapat di dalamnya untuk selanjutnya dibuang dalam bentuk urine. Terkadang zat-zat tersebut kadarnya terlalu banyak dibanding cairan yang berfungsi sebagai pelarut sehingga tidak dapat sepenuhnya terbuang oleh tubuh dan mengendap di dalam ginjal. Faktor penyebab lainnya adalah ginjal kekurangan bahan yang berfungsi mencegah endapan kristal menggumpal membentuk batu.

Jenis Batu Ginjal

Sagian besar orang yang mengalami  batu ginjal tidak menyadari kondisinya dan baru diketahui setelah muncul gejala yang menyakitkan. Nah, ada jenis batu ginjal yang bisa menyerang sehingga perlu diwaspadai.

  • Kalsium

Batu kalsium adalah batu ginjal yang paling umum. Mereka biasanya mengandung kalsium oksalat, yang paling umum, maleat atau fosfat. Mengurangi asupan makanan tinggi oksalat dianjurkan. Makanan ini termasuk kacang tanah, coklat, bayam, bit dan keripik kentang.

  • Struvite

Batu struvite biasanya ditemukan pada wanita yang menderita infeksi saluran kencing (ISK). Batu jenis ini besar dan bisa menghalangi ureter. Pengobatan penyebab infeksi sangat penting untuk mencegah pembentukan batu struvite.

  • Asam urat

Batu ginjal asam urat lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Biasanya, jenis batu ginjal ini terjadi pada orang yang menderita asam urat. Terkadang, mereka juga terbentuk pada orang yang sedang menjalani kemoterapi. Mengurangi makanan yang kaya purin disarankan. Makanan ini termasuk kacang polong, daging organ seperti ginjal dan hati, daging (daging babi, daging babi, domba, dan daging sapi), ikan asin, sarden, kerang, makarel, kuah daging, dan bir.

  • Sistin

Batu sistin tidak biasa, tapi bisa berkembang baik pada pria maupun wanita, terutama mereka yang memiliki kelainan genetik yang disebut cystinuria.

Faktor Resiko Batu Ginjal

Penyakit Batu ginjal sering tidak terdefinisikan dengan satu penyebab. Beberapa faktor yang sering berkombinasi, membuat kondisi dimana seseorang rentan mengalami batu ginjal. Faktor risiko yang dapat meningkatkan batu ginjal terjadi antara lain:

  • Kegemukan

Apabila ada salah satu orang yang mempunyai kelebihan berat badan, biasanya itu terlihat dari pinggang yang besar maka dari itu ini bisa disebabkan batu ginjal.

  • Dehidrasi

Nah, apabila Anda salah satu orang yang malas minum/ jarang minum kemungkinan Anda juga bisa terkena batu ginjal. Jadi setelah apa yang sudah diterapkan apa kalian masih mau mengalami hal seperti ini? Pastinya tidak lha ya kan, jadi supaya kalian tidak terkena penyakit ini saya tekankan lagi apabila kalian yang tinggal di daerah yang hangat ada baiknya kalau kalian itu banyak-banyak minum air putih.

  • Kondisi pencernaan

Beberapa kondisi pencernaan dan pembedahan bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Penyakit radang usus, diare kronis, dan operasi bypass lambung dapat menyebabkan perubahan tertentu pada saluran GI, yang menyebabkan peningkatan kadar zat pembentuk batu dalam urin.

Pengobatan

penyakit batu ginjal tergantung kepada ukuran batu. Jika masih tergolong kecil, batu ginjal masih dapat keluar melalui saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi. Dokter biasanya akan menyarankan pasien melakukan langkah pengobatan selayaknya tindakan pencegahan, yaitu dengan minum cukup air putih tiap hari. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal yang kecil dapat terdorong keluar dengan sendirinya.

Jika air putih saja dianggap belum cukup, dokter kemungkinan akan meresepkan obat untuk membantu melancarkan pengeluaran batu ginjal, misalnya obat penghambat alfa. Obat ini membantu menjadikan otot-otot ureter rileks sehingga batu ginjal bisa keluar tanpa menimbulkan rasa sakit dan dalam tempo waktu yang relatif cepat.

Apabila gejala yang dirasakan pasien sudah cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, seperti parasetamol, ibuprofen dan obat anti radang non steroid. Selain obat pereda sakit, dokter juga akan memberikan obat antiemetik untuk menangani gejala mual dan muntah-muntah.

Dokter biasanya akan merujuk pasien ke rumah sakit apabila penyakit batu ginjal sudah menyebabkan rasa sakit yang parah.

Demikian itulah yang terdapat dari penjelasan mengenai batu ginjal. Semoga ini dapat bermanfaat buat semuanya.

Penyebab Dan Cara Mengatasi Osteogenesis Imperfecta

Osteogenesis imperfecta adalah kelainan genetik dimana tulang sangat lemah dan bisa rapuh. OI ini disebabkan oleh cacat genetik yang mempengaruhi bagian non-mineral tulang. Biasanya ini adalah kondisi seumur hidup yang bervariasi dalam tingkat keparahan, tergantung di mana ia mempengaruhi kualitas tulang atau massa tulang. Akibatnya, anak-anak dengan kondisi ini mungkin memiliki masalah dengan pendengaran bertingkat, pembuluh darah, kulit, massa otot, dan gigi mereka.

Selama beberapa tahun terakhir, kelainan genetik telah mengancam nyawa orang-orang yang terkena dampak. Salah satu kelainan genetik yang paling melemahkan adalah osteogenesis imperfecta (OI) atau yang dikenal sebagai penyakit tulang rapuh. Istilah osteogenesis imperfecta berarti “tulang yang terbentuk secara tidak sempurna.”

Gejala

Gejala OI ini biasanya tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya. Namun, gejala yang paling umum adalah:

  • Otot lemah
  • Sendi longgar
  • Tulang cacat
  • Gigi rapuh
  • Masalah pernafasan
  • Kaki membungkuk
  • Tulang belakang melengkung
  • Wajah berbentuk segitiga

Penyebab

OI merupakan penyakit yang diturunkan, yang berarti Anda memiliki kemungkinan 50% untuk mewarisi gen dan penyakit tersebut dari orang tua Anda. Namun, beberapa kasus merupakan akibat dari mutasi genetik yang baru.

Sebagian besar kasus osteogenesis imperfecta, sekitar 85 sampai 90 persen, disebabkan oleh defek genetik yang dominan pada salah satu dari dua jenis gen collagen tipe 1- COL1A1 atau COL1A2. Gen ini memberikan instruksi untuk memproduksi protein yang digunakan untuk membuat molekul yang lebih besar dijuluki sebagai kolagen tipe 1. Kolagen jenis ini adalah protein paling banyak di tulang, kulit dan jaringan lain yang memberi kekuatan dan struktur pada tubuh, seperti jaringan ikat.

Komplikasi

Sebagian besar bagi pasien yang mengalami hal seperti ini kemungkinan akan lebih rentan terhadap berbagai komplikasi. Komplikasi ini, seperti masalah pernafasan dan neurologis, adalah penyebab kematian pada pasien OI.

Komplikasi yang paling umum dari gangguan ini meliputi:

  • Masalah pernafasan
  • Gangguan pendengaran
  • Patah tulang
  • Kerusakan otak
  • Gangguan kolagen

Diagnosa Dan Pengobatan

Saat ini, masih belum ada obat untuk osteogenesis imperfecta. Namun, terapi khusus bisa membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi yang berhubungan dengan IO. Pilihan pengobatan ini telah meningkatkan kualitas hidup penderita OI, terutama anak-anak dan remaja.

Langkah-langkah ini mencakup prosedur bedah yang ekstensif, perawatan fraktur dan terapi fisik. Bagi mereka dengan kelainan bentuk parah, penggunaan alat bantu dan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, kawat gigi, dan kruk dianjurkan.

Dokter mungkin meresepkan obat-obatan seperti bifosfonat, yang digunakan untuk mengobati osteoporosis. Mereka dapat membantu mengurangi gejala, terutama pada anak-anak. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kerapatan dan kekuatan tulang tapi sebaiknya hanya dikonsumsi sesuai resep dokter berlisensi.

Para ilmuwan sekarang mempelajari dan mengeksplorasi pengobatan dan pengobatan baru untuk IO. Namun, perawatan ini belum terbukti, dan mereka perlu melakukan uji klinis. Ini termasuk perawatan hormon pertumbuhan, terapi gen, dan prosedur eksperimental lainnya.

Untuk meningkatkan kualitas hidup orang-orang dengan OI, banyak manfaat dari latihan dengan dampak rendah seperti berenang untuk menjaga tulang dan otot mereka tetap kuat. Bagi mereka dengan kelainan bentuk parah, operasi rekonstruktif mungkin diperlukan. Kelainan bentuk ini meliputi kaki bengkak atau masalah tulang belakang.

Anak-anak dengan OI akan mendapatkan keuntungan dari berat badan yang sehat, menghindari aktivitas yang akan membahayakan tubuh seperti alkohol, merokok dan konsumsi kafein, dan makan makanan bergizi. Terlepas dari perawatannya, patah tulang akan selalu terjadi, tapi cepat sembuh.

Pemain dianjurkan tapi tidak untuk waktu yang lama karena tidak menggunakan osteoporosis biasa terjadi pada orang dengan OI. Ini adalah istilah yang digunakan untuk keropos tulang saat bagian tubuh tidak digunakan dalam waktu lama.

Memberikan keamanan juga penting pada orang dengan IO. Memastikan rumah itu mudah cacat dan mudah diakses oleh orang-orang dengan alat bantu mobilitas yang diperlukan.

Untuk diagnosa osteogenesis imperfecta, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dan riwayat medis dengan orang tua wanitanya.

Osteogenesis imperfecta dicurigai pada anak-anak yang mengalami fraktur berulang atau tulangnya patah dengan mudah meski dengan sedikit kekuatan. Pemeriksaan fisik akan menunjukkan warna biru pada putih mata anak, perawakan pendek dan kemungkinan skoliosis.

Untuk mengkonfirmasi diagnosis, biopsi pukulan kulit akan dilakukan. Selain itu, keluarga mungkin memiliki tes darah DNA dan sampling villus chorionic selama kehamilan untuk mengetahui apakah bayi memiliki kondisinya, terutama bila orang tua memiliki riwayat penyakitnya.

Biasanya, bila janin memiliki tipe 2 OI, yang merupakan bentuk yang paling parah, hal ini bisa dilihat melalui ultrasound saat janin berusia 16 minggu AOG.

Pencegahan

Tapi itu disebabkan oleh cacat genetik. Umumnya, Siapapun juga memiliki 50% kemungkinan penularan penyakit kepada anak-anak mereka. Melalui konseling genetik, Tapi  transfer dari satu generasi ke generasi berikutnya bisa dicegah.

Masalah, Terkait tetapi dapat dikurangi atau dicegah dengan gaya hidup sehat, olahraga dan makan sehat. Hindari merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan, yang dapat menyebabkan melemahnya jaringan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang.

Demikian itu penjelasan mengenai osteogenesis imperfecta.  Jadi apabila ada diantara kalian mengalami hal seperti ini ada lebih kalian liat apa yang sudah kami terapkan diatas. Semoga ini dapat bermanfaat buat semuanya.

Berpotensi Membahayakan, FDA Lakukan Penyelidikan Terhadap Obat Homeopati

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu telah mengumumkan bahwasannya mereka akan melakukan pendekatan baru untuk mengatur penggunaan dan penjualan obat homeopati di masyarakat.

Hal ini terjadi setelah pihak agensi beberapa tahun terakhir ini mengeluarkan peringatan mengenai produk yang dipasarkan sebagai homeopati, terkait dengan efek samping serius yang dapat ditimbulkan karena penggunaannya dan bahkan beberapa diantaranya sampai harus mengakibatkan kematian.

Pendekatan baru yang diusulkan tersebut kabarnya akan berfokus pada “Risk-Based Enforcement” atau “Penyelenggaraan Berbasis Resiko“, yang berarti agensi akan lebih memperhatikan peredaran obat homeopati yang dipasarkan untuk mengobati penyakit serius yang tidak memiliki bukti pendukung, yang mengandung bahan berbahaya, atau yang tidak memenuhi standar pembuatan.

Tentu saja ini adalah kabar yang baik. Dengan kata lain, tindakan yang dilakukan oleh FDA ini semata-mata adalah karena mereka ingin melindungi masyarakat dari produk-produk kesehatan yang berbahaya atau tidak efektif, yang sekarang ini banyak bertebaran di luar sana.

Kira-kira, informasi apa ya yang akan disampaikan oleh FDA mengenai pengobatan homeopati ini secara keseluruhan? Dan apa artinya bagi jutaan orang Amerika yang telah menggunakannya secara teratur selama ini?

Untuk mengetahui apa sebenarnya yang dilakukan oleh FDA dalam meninjau pengobatan homeopati ini, Michelle Dossett, MD, yang merupakan seorang dokter staf dan peneliti di Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine di Massachusetts General Hospital mencoba untuk memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

Dr. Dossett sendiri sebenarnya tidak terlibat dalam kebijakan FDA, tapi dia mempelajari tentang homeopati dan mendapat sertifikasi untuk pengobatan  dalam dan pengobatan integratif.

Jika anda adalah orang yang senang menggunakan obat homeopati dan merasa khawatir akan keamanannya, atau mungkin  ingin tahu tentang obat homeopati, anda bisa menemukan informasinya di bawah ini.

Sudah Digunakan Selama Lebih Dari 200 Tahun

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Apa sih sebenarnya pengobatan Homeopati itu? Homeopati adalah bentuk pengobatan alternatif yang pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1700-an.

Menurut Dr. Dossett, jika anda mengkosumsi obat homeopati dalam jumlah yang besar, maka akan menyebabkan timbulnya  gejala tertentu. Gejala yang muncul bisa saja bersifat berbahaya untuk tubuh  dan kesehatan anda. Zat yang terkandung di dalamnya mungkin akan terdilusi dalam jumlah yang hampir tidak terdeteksi.

Zat yang terkandung di dalam obat homeopati ini bisa meliputi ekstrak tumbuhan, mineral, bahan kimia dan ekskresi atau sekresi manusia dan juga hewan.

Beberapa obat homeopati yang paling terkenal di pasaran saat ini adalah arnica (gel yang diolah dari tumbuhan yang digunakan untuk mengobati memar dan sakit otot) dan Zinc (mineral yang digunakan untuk mengobati gejala pernafasan dan flu biasa).

Bukti Keefektifan Homeopati Terbatas

Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengobatan homeopati sendiri merupakan bentuk pengobatan yang efektif untuk mengatasi atau mebgobati beberapa kondisi kesehatan yang beberapa diantaranya adalah seperti: infeksi saluran pernapasan bagian atas, alergi dan masalah tidur.

Banyak dari produk ini tersedia secara over-the-counter (dijual bebas atau bisa dibeli tanpa resep dokter).

Akan tetapi bagaimanapun juga penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa, penyedia atau penjual homeopati yang dapat melakukan penilaian menyeluruh terhadap gejala yang anda alami dan membuat rekomendasi khusus untuk anda, mungkin akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan jika anda mengobati gejala anda sendiri.

Menurut Pusat Kesehatan Nasional Komplementer dan Integratif, penelitian ilmiah lainnya yang telah dilakukan juga menyimpulkan bahwa hanya ada sedikit bukti yang mendukung penggunaan obat homeopati.

Sebuah tinjauan yang diperoleh pada tahun 2015 dari National Medical and Medical Research Council di Australia menyimpulkan bahwa penelitian yang menunjukkan keefektivitasan homeopati masih terlalu kecil atau terlalu cacat untuk diandalkan atau dipertimbangkan.

Selain itu, tidak ada bukti pasti, yang bisa menunjukkan kualitas yang baik untuk mendukung klaim bahwa homeopati memang benar-benar efektif dalam mengobati kondisi kesehatan seseorang.

Bahaya Yang Akan Timbul Dari Penggunaannya

Pada tahun 2016 yang lalu, FDA sempat memperingatkan para orang tua untuk tidak menggunakan “homeopathic teething tablet and gels” atau “tablet dan gel homeopatik untuk pertumbuhan gigi” yang biasanya diberikan untuk bayi atau balita, karena diketahui mengandung belladonna.

Belladona sendiri merupakan sebuah bahan kimia beracun, yang bisa menyebabkan kejang atau kematian pada bayi yang telah menggunakannya.

Sebuah analisis FDA kemudian mengkonfirmasikan bahwa beberapa tablet homeopati yang lainnya juga kerap mengandung kadar belladonna yang membahayakan. Namun sayangnya American Institute of Homeopathy berpendapat bahwa penelitian yang dilakukan oleh agensi tersebut masih belum lengkap dan terlihat meragukan.

FDA juga telah mengeluarkan peringatan tentang penggunaan “zinc nasal sprays” atau semprotan hidung yang mengandung bahan seng, yang dapat merusak indera penciuman penggunanya.

Bukan hanya itu saja, peringatan juga berlaku untuk berbagai produk homeopati yang labelnya mengandung bahan beracun potensial, seperti nux vomica, yang dipasarkan untuk mengatasi berbagai penyakit, yang ternyata pada dasarnya mengandung racun strychnine.

Menurut Dr. Dossett, sebenarnya tidak semua produk homeopati yang beredar di masyarakat itu berbahaya. Dia mengatakan bahwa pihak FDA memberikan peringatan tersebut tidak lain adalah untuk tujuan yang baik.

Beberapa tahun terakhir ini mereka telah melihat adanya kasus-kasus yang menunjukkan bahwa penggunaan beberapa pengobatan homeopati ternyata berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, sehingga mereka harus segera mengambil tindakan untuk menangani masalah serius tersebut dan mencegah kasus yang sama terulang kembali.

Untuk produk lainnya, FDA telah mengeluarkan peringatan untuk tidak membuat klaim kesehatan tertentu (mengatakan bisa mengobati penyakit tertentu), yang tidak didukung oleh sains dan tidak diperjualbelikan secara bebas.

Tidak Semua Homeopati Berbahaya

Jika diperhatikan, industri homeopati telah tumbuh secara eksponensial dalam dekade terakhir ini dan menjadi industri yang berpenghasilan hampir $ 3 miliar.

Pertumbuhan yang terjadi berjalan bersamaan dengan meningkatnya masalah keamanan, catatan agensi, serta peningkatan jumlah produk manufaktur yang buruk dan dapat menimbulkan resiko kesehatan.

Produk homeopati seharusnya tunduk pada persyaratan federal yang melarang segala tindakan pemalsuan dan kesalahan label. Namun persyaratan ini belum diberlakukan sejak tahun 1988, kata FDA.

Kalau begitu, maka dapat diambil kesimpulan sementara kalau beberapa produk yang saat ini keredar di pasaran kemungkinan  tidak memenuhi standar modern untuk keamanan, efektivitas dan kualitas.

Itulah yang menjadi salah satu alasan bagi FDA untuk mengambil tindakan peninjauan dan penegakan kebijakan, namun tidak berarti bahwa semua produk homeopati akan terpengaruh terhadap hal tersebut.

Banyak produk yang kemungkinan akan berada di luar kategori berbasis resiko, yang akan didefinisikan dalam kebijakan baru dan akan terus tersedia untuk umum, kata agensi tersebut.

Kami menghargai beberapa individu yang ingin menggunakan pengobatan alternatif,” kata Komisaris FDA Scott Gottleib, MD, dalam sebuah siaran pers agensi. “Tapi FDA memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari produk yang mungkin tidak memberikan manfaat apapun dan berpotensi menimbulkan bahaya.

Dari informasi yang didapat, kabarnya FDA akan mendorong umpan balik publik mengenai draf panduannya yang baru selama periode komentar selama 90 hari.

Mereka juga akan menganjurkan para dokter dan pasien untuk selalu melaporkan efek samping atau masalah kualitas yang terkait dengan penggunaan produk homeopati atau jenis suplemen atau obat lain ke database MedWatch-nya.

Dr. Dossett mengatakan bahwa dia mendukung apapun keputusan FDA yang memilih untuk lebih fokus pada produk homeopati yang dapat menimbulkan bahaya kesehatan bagi publik.

Tapi dia juga percaya pada beberapa pengobatan homeopati. Jika produk ini digunakan secara bertanggung jawab, maka produk tersebut bisa menjadi pengobatan komplementer alternatif yang sangat bermanfaat.

Dia juga menyarankan masyarakat untuk memilih produk-produk yang berasal dari perusahaan atau produsen yang besar dan terkenal, serta memiliki catatan baik mengenai produk yang dihasilkannya.

Selain itu, sebelum menggunakannya, ada baiknya jika anda berkomunikasi terlebih dahulu kepada penyedia layanan kesehatan tentang produk yang anda gunakan. Apapun obat yang anda konsumsi, anda tetap harus berhati-hati.

Kesimpulan

Seperti yang anda ketahui, sebagian besar masyarakat memang lebih percaya pada pengobatan yang menggunakan bahan-bahan alami yang diolah dari tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan alami lainnya.

Mereka menganggap bahwa obat-obatan alami ini lebih memiliki khasiat yang lebih manjur dalam mengobati suatu penyakit dan tidak begitu beresiko.

Tapi sayangnya ternyata apa yang selama ini dipercaya oleh masyarakat tersebut tidak selamanya benar. Buktinya saja banyak produk obat-obatan yang dijual di pasar yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Banyak yang ternyata tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Ketidakjujuran si produsen inilah yang pada akhirnya menimbulkan dampak negatif yang bisa membahayakan keselamatan si pemakainya dan tidak menutup kemungkinan bisa menimbulkan kematian bagi penggunanya.

Oleh karena itu, menanggapi masalah ini pihak FDA pada akhirnya turun tangan. Mereka mengeluarkan beberapa peringatan untuk para produsen yang membuat obat tersebut.

Tidak hanya untuk para produsen, FDA juga memperingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan homeopati. Sebelum memutuskan untuk mengkonsumsinya, masyarakat disarankan untuk memeriksakan kesehatan mereka atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Tindakan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk meminimalkan terjadinya resiko yang tidak diinginkan pada anda. So guys, mulai saat ini, anda harus lebih berhati-hati lagi ya sebelum mengkonsumsi obat-obatan tertentu, sekalipun itu obat-obatan yang berasal dari bahan-bahan alami atau herbal.

Usai sudah penjelasan ini kami sampaikan, semoga bisa membantu anda untuk lebih berwaspada terhadap produk-produk tertentu. Terima kasih.

 

 

 

Yuk, Ketahui Lebih Dalam Tentang Kanker Payudara

Banyak orang yang meninggal dunia akibat terkena penyakit kangker payudara. Penyakit ini seakan menjadi momok yang menakutkan bagi para wanita. Tidak hanya orang biasa, beberapa arti besar juga banyak yang meninggal dunia akibat dari kanker tersebut. Nah jadi sebelum terkena kita semua sebaiknya mencegah. Dan lebih dalam lagi mempelajari mengenai kanker payudara.

Pengertian kanker payudara

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia, dengan 1,7 juta kasus baru yang terdeteksi pada tahun 2012 saja. Di Amerika Serikat, tingkat kematian akibat kanker payudara telah menurun sejak tahun 1989 karena meningkatnya kesadaran dan perawatan yang lebih baik.

Jenis kanker ini biasanya juga melibatkan pertumbuhan sel ganas di kelenjar susu. Saat kanker menyerang jaringan tubuh, seperti di payudara, sel yang sehat sekali akan berubah dan tumbuh tak terkendali. Akibatnya, sel ini akan membentuk massa atau lembaran yang disebut tumor. Tumor ini bisa jinak atau (ganas). Jadi bila tumor ganas, bisa mempengaruhi jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Selain itu bukan hanya wanita aja yang terkena kanker payudara, melainkan pria juga bisa terkena kanker payudara tetapi jumlahnya tidak banyak seperti wanita, maka di sisi lain wanita juga lebih cenderung mengembangkan jenis kanker ini.

Tanda Dan Gejala

 

Pada tahap awal kanker payudara mungkin asimtomatik, yang berarti pasien tidak akan merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Bahkan jika tidak ada rasa sakit, ada perubahan pada payudara yang mungkin mengindikasikan kanker payudara.

  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara
  • Kulit dimpling atau perubahan kulit pada payudara
  • Kelainan puting susu
  • Benjolan aksila

Penyebab

Terlepas dari kenyataan bahwa penyebab kanker payudara masih belum jelas, tetapi ia bisa berkembang bila bahan genetik di dalam sel menyebabkannya berevolusi menjadi sel ganas. Mereka biasanya mulai berkembang biak dengan cara yang tidak terkontrol, membentuk tumor atau nodul.

Jadi apabila ada wanita yang memiliki anak perempuan, saudara perempuan atau ibunya memiliki kanker payudara dua sampai tiga kali lebih mungkin terkena penyakit ini. Resikonya sangat tinggi jika tingkat pertama terkena dampaknya. Beberapa penelitian menemukan bahwa dua gen mungkin bertanggung jawab untuk pengembangan kanker payudara pada keluarga- BRCA1 dan BRCA2. Bila seorang wanita memiliki kedua gen tersebut, risiko seumur hidup adalah antara 56 dan 85 persen.

Gen ini juga telah dikaitkan dengan pembentukan kanker lain seperti kanker ovarium, melanoma atau kanker kulit, kanker payudara laki-laki dan kanker pankreas. Tingkat keparahan penyakit ini berkembang dan bagaimanapun, bergantung pada banyak faktor risiko.

Faktor risiko

Ada faktor risiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang terkena kanker payudara.

Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, risiko kanker juga akan meningkat. Kanker payudara umumnya terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun yang sudah mengalami menopause. Sekitar 80 persen kasus kanker payudara terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Genetika

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, sejarah keluarga dan genetika memainkan peran penting dalam perkembangan kanker payudara. Jika Anda memiliki saudara yang menderita kanker payudara, Anda memiliki kesempatan lebih tinggi untuk sakit juga.

Resiko paparan estrogen

Hormon wanita yang disebut estrogen dapat merangsang sel kanker payudara untuk tumbuh secara tidak normal. Semakin lama terpapar estrogen, semakin besar kemungkinan wanita tersebut terkena kanker payudara. Misalnya, mengalami menstruasi pertama pada usia dini dan menopause pada usia lanjut dapat meningkatkan risiko kanker payudara karena paparan estrogen lebih lama.

Selain itu, tidak memiliki anak atau menunda memiliki anak di usia lanjut dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara karena paparan estrogen lebih banyak.

Kegemukan

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan peluang Anda terkena kanker payudara. Ini juga terkait dengan estrogen. Kelebihan berat badan dan obesitas bisa menandakan otak menghasilkan lebih banyak estrogen dalam tubuh.

Pengobatan

Pengobatan kanker payudara tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan jenisnya. Kanker pada payudara mungkin akan berdampak pada harga diri seorang wanita. Dalam merawat penyakit ini, ada kebutuhan untuk mengangkat bagian payudara atau keseluruhannya. Berikut adalah jenis operasi.

Lumpektomi

Lumpektomi adalah operasi yang menghilangkan kanker payudara atau tumor. Ini dilakukan dengan anestesi lokal, dan ini untuk tumor kecil.

Mastektomi

Mastektomi adalah pengangkatan semua jaringan payudara. Saat prosedur ini dilakukan, ahli bedah akan membuang semua jaringan payudara termasuk jaringan lemak, puting susu, areola, duktus, dan lobulus. Terkadang, jika kanker telah menyebar ke jaringan lain di payudara, dianjurkan mastektomi bilateral.

Kemoterapi

Kemoterapi melibatkan pembunuhan sel kanker. Obat kuat ini melawan penyakit ini namun dapat menyebabkan berbagai macam efek samping seperti kelelahan, mual, rambut rontok, dan hot flashes. Pada wanita dengan tumor besar, kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh yang lain.

Pencegahan

Tidak ada tindakan pencegahan khusus untuk menghindari kanker payudara, terutama jika Anda secara genetik cenderung. Namun, pencegahan kanker payudara dimulai dengan kebiasaan sehat.

Menjadi proaktif dengan kesehatan seseorang penting untuk mengurangi risiko kanker payudara bahkan pada wanita berisiko tinggi. Berikut adalah cara untuk mengurangi risiko kanker payudara:

  • Batasi asupan alkohol
  • Jangan merokok
  • Kendalikan berat badan Anda
  • Berolahraga secara teratur
  • Batasi dosis dan durasi terapi hormon
  • Hindari paparan radiasi

Gimana guys? Itulah penjelasan mengenai kanker payudara, jadi apabila ada diantara kalian mengalami hal seperti ini ada baiknya juga apa yang sudah kami terapkan dapat kalian pahami. Semoga ini dapat bermanfaat buat semuanya.

Kontrol Jumlah Kelahiran, Periset Akan Menguji Alat Kontrasepsi Gel Ini Tahun Depan

Dua Anak Lebih Baik“, anda pasti pernah kan mendengar slogan ini? Isi slogan ini diserukan untuk menyarankan kepada para pasangan untuk memiliki anak tidak lebih dari 2.

Hal tersebut dikarenakan angka kelahiran di banyak negara mulai tak terkendali atau bisa dikatakan kalau angka kelahiran yang anda saat ini sangat tak terkendali.

Jika dibiarkan terus menerus tanpa andanya tindakan pengendalian tertentu, maka akan terjadi yang namanya ketidakseimbangan dalam banyak hal, yang beberapa diantaranya adalah seperti ketidakseimbangan sumber daya alam (makanan), tempat tinggal, pekerjaan dan sarana prasarana yang lainnya.

Jika keadaan sudah tak terkendali seperti ini, maka kehidupan masyarakat yang sejahtera tidak akan mungkin bisa terciptakan. Nah, oleh karena itu, untuk mengendalikan kelahiran tersebut, maka diciptakan lah berbagai alat kontrasepsi yang akan membantu pasangan suami-isteri untuk melakukannya.

Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi merupakan sesuatu yang memang sengaja diciptakan untuk membantu pasangan yang sudah menikah yang mungkin belum siap untuk memiliki keturunan atau anak (menunda kehamilan).

Alat kontrasepsi tersebut terdiri dari beberapa jenis dan beberapa diantaranya memang sengaja dirancang untuk masing-masing gender. Jadi, baik itu laki-laki dan juga wanita, kontrasepsi yang digunakan pastinya akan berbeda.

Pada wanita biasanya menggunakan pil KB untuk menunda kehamilan, sedangkan untuk pria umumnya menggunakan kondom yang dipakai pada saat akan melakukan hubungan. Bukan hanya untuk pria, beberapa jenis kondom juga tersedia untuk para wanita.

Selain alat kontrasepsi yang ada di atas, sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh kontrasepsi lainnya yang bisa anda temukan. Namun yang umum digunakan oleh masyarakat adalah kedua benda tersebut.

Penemuan Alat Pengendalian Kelahiran Dengan Gel

Pengendalian kelahiran pada pria terbaru tampaknya sebentar lagi akan segera dilakukan di dunia. Uji coba klinis terbesar ini masih dilakukan sampai saat ini.

Penelitian tentang kontrasepsi hormonal laki-laki ini rencananya akan dijadwalkan dimulai pada tahun 2018 mendatang. Penelitian tersebut akan dilakukan pada sekitar 400 lebih pasangan yang berasal dari  6 (enam) negara di seluruh dunia.

Pria dalam penelitian tersebut akan diminta untuk menggosokkan gel yang mengandung hormon sintetis ke bagian lengan atas dan bahu mereka sehari sekali, kemudian periset akan melacak keefektifan gel tersebut dalam mencegah kehamilan pada pasangannya mereka.

Percobaan yang disponsori oleh National Institutes of Health dan Dewan Kependudukan nirlaba ini akan mencakup beberapa pasangan yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Swedia, Cile (Chili,Chile) dan Kenya.

Gel eksperimental yang mengandung progestin sintetis yang biasanya dikenal dengan sebutan nestorone ini memiliki fungsi untuk menghalangi testis untuk membuat atau menghasilkan testosteron dalam jumlah yang terlalu banyak untuk menghasilkan sperma dan testosteron sintetis, yang akan melawan ketidakseimbangan hormon lainnya.

Kombinasi antara progestin dan testosteron yang dilakukan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya pernah diuji di dalam sebuah uji klinis yang lebih kecil yang diterbitkan tahun lalu, dimana pria yang menjadi relawan dalam penelitian tersebut mendapat suntikan hormon setiap dua bulan sekali.

Seberapa Efektifkah Alat Kontrasepsi Gel Ini?

Periset menemukan bahwasannya percobaan itu 96% efektif untuk menekan jumlah sperma, namun sayangnya penelitian tersebut harus terpaksa dihentikan lebih awal dari perkiraan awalnya.

Hal itu dikarenakan adanya keluhan dari pria yang mengikuti penelitian tersebur dan mengatakan bahwa mereka mengalami beberapa perubahan kondisi tubuh yang berbeda dari sebelum mereka menerima suntikan, seperti misalnya perubahan suasana hati, nyeri otot dan beberapa efek samping yang lainnya.

Dr. Min Lee, yang merupakan petugas program pada percobaan yang akan datang dan sekaligus seorang peneliti dari Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pembangunan Manusia, mengatakan bahwa gel kontrasepsi yang digunakan di dalam percobaan ini mengandung testosteron sintetik yang jauh lebih sedikit daripada formula injeksi.

Hal ini diharapkan akan mencegah terjadinya banyak masalah seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Jika kami menghentikan produksi testosteron, para pria pasti akan mengalami efek samping, terutama masalah jumlah sperma yang bisa mereka hasilkan. Tapi kami mencoba untuk menggunakannya dalam kadar yang cukup, sehingga mereka memiliki respons fisiologis yang normal, bukan jumlah besar yang telah digunakan dalam formulasi lainnya“, Katanya.

Kombinasi nestorone atau testosteron topikal ini juga terbukti efektif saat digunakan dalam sebuah uji klinis yang dilakukan selama 6 (enam) bulan di tahun 2012 yang lalu, namun penelitian tersebut melibatkan dua gel berbeda, yang harus diterapkan pada berbagai bagian tubuh.

Selama beberapa tahun terakhir ini, para periset di NIH dan Dewan Kependudukan telah menciptakan atau memformulakan kembali gel tersebut menjadi satu produk.

Para wanita yang ikut serta dalam percobaan juga akan menggunakan bentuk kontrol kelahiran perempuan, selama kurang lebih 4 (empat) pada bulan pertama setelah pasangan laki-laki mereka menggunakan gel kontrasepsi tersebut.

Tapi jika suatu hari nanti setelah penggunaan gel tersebut ternyata jumlah sperma pria turun di bawah ambang batas yang diperlukan untuk mencegah kehamilan, yaitu kurang dari satu juta per mililiter, maka pasangan itu boleh menggunakan gel sebagai kontrasepsi selama satu tahun penuh.

Regine Sitruk-Ware, yang merupakan seorang ilmuwan terkemuka di Dewan Kependudukan, baru-baru ini mengatakan kepada MIT Technology Review bahwa gel yang diteliti ini telah terbukti mampu menekan tingkat sperma selama sekitar 72 jam.

Dr. Lee juga mengatakan bahwa meskipun kelak penelitian obat ini benar-benar berhasil dilakukan, namun kemungkinan membutuhkan waktu sekitar lima tahun sebelum akhirnya disetujui oleh Food and Drug Administration dan tersedia untuk umum.

Suatu saat jika percobaan tahap IIb yang akan datang ini sudah selesai dilakukan, maka pengadilan Tahap III yang jauh lebih besar harus dilakukan.

Dia mengatakan bahwa dirinya sangat berharap banyak pada penemuan alat kontrasepsi pria ini dan penelitian baru yang dilakukan ini merupakan langkah atau cara yang penting untuk mewujudkannya. Tim penelitinya juga mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang juga mengajukan permintaan untuk produk tersebut.

Jika anda bertanya kepada saya dua tahun yang lalu, apakah ini akan menjadi alat kontrasepsi yang berguna, saya masih ragu dan akn mengatakan, siapa sih yang mau mengoleskan gel ini ke seluruh bagian tubuh mereka?“, Kata Lee.

Tapi di dalam wawancara kami, beberapa pria mengatakan kalau mereka bersedia untuk melakukannya. Pasti akan ada banyak antusiasme dari kedua belah pihak. Tak hanya dari relawan, tapi juga dari para peneliti yang sedang uji coba terhadap orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya.”

Keunggulan Penggunaan Gel Dengan Alat Kontrasepsi Lainnya

Gel kontrasepsi yang sedang dalam tahap penelitian dan pengurusan izin ini sepertinya akan menjadi sebuah terobosan besar dikedepannya. Gel ini digadang-gadang bisa membantu dan memungkinkan para pria turut secara aktif dan langsung dalam mencegah terjadinya kehamilan.

Keunggulan dari alat kontrasepsi dalam bentuk gel ini jika dibandingkan dengan kontrasepsi yang lainnya seperti kondom misalnya adalah salah satunya terletak pada cara pemakaiannya dan keefektifannya setelah digunakan.

Sampai saat ini, kondom yang biasa digunakan oleh banyak pria ini merupakan alternatif yang paling banyak dipilih dan digunakan.

Perbedaan Cara Pakai

Perbedaan pertamanya adalah terlihat dari cara penggunaanya. Jika umumnya alat kontrasepsi yang digunakan oleh pria dipakaikan langsung pada alat vitalnya (kondom), dengan suntikan, ataupun juga dengan jalan operasi, maka kehadiran kontrasepsi gel ini membawa sesuatu yang berbeda dalam hal pemakaiannya.

Anda tidak perlu menyuntikkan gel tersebut, karena anda cukup mengoleskannya saja pada bangian bagian lengan atas dan bahu anda sekali sehari. Lebih mudah bukan? Bayangkan saja anda seperti sedang memakai lotion.

Berdasarkan Keefektifannya

Penggunaan kondom untuk mencegah terjadinya kehamilan ini sebenarnya cukup terbukti keefektifannya, namun hal tersebut akan terwujud jika anda memang benar-benar sudah memastikan kalau anda sudah memakainya dengan benar dan konsisten.

Anda juga harus memastikan kalau kondom yang anda gunakan adalah jenis yang berkualitas dan tidak mudah bocor pastinya. Kalau anda sudah memastikannya secara keseluruhan, maka tingkat kefektifannya bisa mencapai 98 persen. Meskipun kemungkinan keberhasilannya cukup tinggi, namun kemungkinan ketidakberhasilannya juga sama tingginya.

Berbeda dengan kondom, alat kontrasepsi yang berupa gel ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 96 persen. Meski terbilang sedikit lebih rendah kemungkinanya dari kondom, namun tingkat ketidakberhasilan dari penggunaan gel ini sangat kecil.

Selain menggunakan kondom, cara lain yang bisa dilakukan untuk menekan angka kelahiran adalah dengan jalan vasektomi. Vasektomi adalah sebuah prosedur operasi yang “melibatkan pemotongan atau pemblokiran dua tabung, yang disebut vas deferens, sehingga sperma tidak lagi masuk ke air mani.

Meskipun vasektomi hampir 100 persen efektif untuk mencegah kehamilan, namun prosedurnya yang bersifat permanen bukanlah pilihan yang baik dan tepat bagi pria yang ingin memiliki anak biologis setelah prosedur selesai.

Setelah mengetahui perbedaan ketiga alat kontrasepsi diatas, menurut anda yang manakah yang lebih baik dan efektif untuk dijadikan alternatif pilihan? Pasti banyak dari anda yang akan lebih memilih gel, bukan?

Bukan hanya karena pemakaiannya yang mudah, namun juga karena tingkat keberhasilan yang dimilikinya juga baik. Untuk anda yang mungkin tertarik untuk mencoba alat kontrasepsi gel ini, anda harus sedikit bersabar untuk menantikan kehadirannya ya guys, karena alat ini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Pembahasan tentang perbandingan kontrasepsi gel dengan kontrasepsi lainnya ini akan menjadi penutup penjelasan informasi yang dimuat di dalam artikel ini. Semoga saja penjelasan kami bisa anda mengerti dan bermanfaat untuk anda. Terima kasih dan selamat beraktivitas kembali.

Mengenali Hal-Hal Yang Dapat Memicu Penyakit Asma

Pernahkah Anda merasakan kesulitan bernafas yang mendadak bahkan mempengaruhi aktivitas sehari-hari Anda? Nah mungkin Anda menderita asma bronkial. Asma adalah penyakit pernapasan kronis dan tahan lama. Biasanya ini dapat dikatakan kondisi dimana saluran udara menyempit dan menjadi meradang, membuat sulit bernafas.

Serangan ini disebut “suar-up.” Selama suar-up, paru-paru merespons pemicu, dan akibatnya, otot-otot di sekitar jalan napas menjadi kencang, membuat saluran udara membengkak dan menjadi sempit. Lapisan saluran udara menghasilkan lendir, dan akibatnya, akan sulit bernafas. Udara tidak bisa masuk secara efektif.

Bagi sebagian orang, asma bisa menjadi penyakit yang menjengkelkan yang akan dialami. Namun, bagi orang lain, penyakit paru ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan menimbulkan komplikasi yang fatal, seperti serangan asma akut.

Menurut American Academy of Allergy Asma dan Imunologi, jumlah penderita asma di Amerika Serikat terus bertambah. Faktanya, diperkirakan satu dari 12 orang, atau 25 juta menderita asma pada tahun 2009. Itu dibandingkan dengan tahun 2001 yang berjumlah 14, atau 20 juta orang.

Selain itu, sekitar 300 juta orang di seluruh dunia menderita asma, dengan 250.000 kematian terjadi setiap tahun. Jumlah penderita asma akan meningkat menjadi lebih dari 100 juta pada tahun 2015. Asma tidak dapat disembuhkan namun gejalanya dapat dikelola dan pemicu dapat dihindari.

Untuk memahami asma, sangat membantu mengetahui bagaimana kerja saluran udara. Saluran udara adalah tabung yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Namun, pada penderita asma, Saluran udara mereka menjadi meradang, menyebabkan lebih sedikit udara masuk. Lendir yang dihasilkan cenderung memperburuk masalah karena lengket, semakin menyempit saluran pernapasan.

Gejala

Tanda dan gejala asma berasal dari saluran udara yang menyempit. Ini termasuk:

  • Kesulitan bernafas
  • Sesak napas
  • Dada sesak
  • Sakit dada
  • Kesulitan tidur karena batuk atau mengi

Gejala ini biasanya terjadi pada malam hari, selama atau setelah aktivitas di pagi hari. Jika asma dikendalikan, kiranya hanya sebentar suar. Tidak semua orang mengalami gejala tersebut. Selain itu, memiliki gejala seperti ini tidak akan secara otomatis mengatakan bahwa Anda menderita asma. Dokter akan memutuskan apakah penderita asma berdasarkan tes fungsi paru-paru, pemeriksaan fisik, dan riwayat kesehatan.

Kapan gejalanya parah dan membutuhkan perhatian medis?

  • Tanda dan gejala asma sering terjadi
  • Gejalanya mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Ada kebutuhan untuk inhaler bantuan cepat lebih sering
  • Ada peningkatan kesulitan bernafas

Penyebab

Dilihat dari adanya penyebab, mungkin ini belum terlihat jelas , akan tetapi banyak penderita asma sering memiliki kerabat dan anggota keluarga yang juga menderita asma. Orang lain memiliki sejarah eksim dan hayfever keluarga.

Selain itu, munculnya asma mungkin disebabkan oleh kombinasi faktor warisan dan lingkungan. Ini disebut pemicu asma, yang meliputi:

  • Alergen seperti serbuk sari dari pohon, gulma, dan rumput
  • Alergen di rumah seperti bulu binatang peliharaan, tungau debu, dan jamur
  • Infeksi saluran pernafasan seperti pilek, flu, dan batuk
  • Kondisi cuaca seperti udara dingin atau cuaca kering atau basah
  • Iritan di udara seperti asap dan bau yang kuat
  • Aktivitas fisik
  • Obat-obatan tertentu seperti beta blocker, ibuprofen, naproxen dan aspirin
  • Emosi yang kuat
  • Pengawet yang ditambahkan ke beberapa makanan
  • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Faktor risiko

Asma ini biasanya terjadi pada siapa saja meski tanpa faktor risiko. Namun, kecil kemungkinannya jika tidak ada faktor risiko yang ada. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko asma:

Jenis kelamin

Terutama asma pada anak-anak kemungkinan lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Alasan di balik ini masih belum jelas, namun penelitian menunjukkan bahwa ukuran jalan napas pria muda yang lebih kecil dibandingkan betina terkait dengan serangan asma.

Faktor risiko lainnya:

  • Memiliki kondisi alergi lain seperti eksim atau rhinitis alergi
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Menjadi seorang perokok
  • Paparan asap rokok bekas
  • Paparan pemicu pekerjaan seperti bahan kimia
  • Terkena polusi udara

Komplikasi

Asma yang dikendalikan dengan buruk dapat mempengaruhi kualitas hidup masing-masing yang memiliki kondisinya. Penyakit bisa berakibat pada:

  • Masalah dengan tidur, bekerja atau kegiatan rekreasi
  • Penyempitan permanen tabung bronkial
  • Kelelahan
  • Menahan sakit
  • Efek pada beberapa obat-obatan untuk asma
  • Masalah psikologis seperti kegelisahan, stres atau depresi

Asma yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi berikut:

  • Pneumonia atau infeksi paru-paru
  • Status asthmaticus (serangan asma berat yang tidak merespon pengobatan)
  • Atelektasis paru atau kolaps
  • Kegagalan pernafasan (kadar oksigen rendah dan kadar karbon dioksida yang tinggi)

Pengobatan

Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Pencegahan

Salah satu cara terbaik untuk mengelola asma adalah mencegah dan menghindari pemicunya. Banyak pemicu asma yang umum dapat memicu atau bahkan memperburuk gejala asma. Jika Anda telah mengidentifikasi pemicu yang dapat menyebabkan serangan asma, Anda dapat secara efektif mengurangi kemungkinan mengalami serangan.

Demikian itulah informasi yang telah kami sampaikan, semoga ini dapat bermanfaat buat semuanya.